Jelang HUT Ke- 81 RI, SDN 4 Kolonodale Memprihatinkan

oleh -498 Dilihat

Suara Morut, Kolonodale.Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, di SDN Negri 4 Kelurahan Bahontula Kecamatan Petasia Kabupaten orowali Utara justru terpotret ironi dunia pendidikan yang masih memprihatinkan. Ketika kemerdekaan yang semestinya dimaknai dengan hak memperoleh pendidikan yang layak dan nyaman, sebanyak pelajar Sekolah Dasar Negri ( SDN) 4 Petasia kabupaten Morowali Utsra masih harus menuntut ilmu di ruang kelas yg bocor.

 

Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi anak-anak untuk belajar, justru mereka malah dihadapkan dengan  atap bocor, plafon rusak.

 

Mirisnya, ternyata kondisi tersebut bukan persoalan baru. Kerusakan bangunan disebut telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Pihak sekolah juga telah melaporkan kondisi tersebut melalui pengawas sekolah hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali utara Namun, hingga kini, perbaikan secara menyeluruh belum juga terealisasi.

 

 

 

Kepala SDN Impers No 4 petasia kabupaten Morowali Utara, mengatakan kondisi bangunan sekolah mulai mengalami kerusakan sejak sekitar beberapa tahun yang lalu. Menurutnya, bangunan yang ada saat ini juga belum sepenuhnya memenuhi standar sebagai sarana pendidikan.

 

 

” bagian atap dan plafon yang mengalami kerusakan. Material asbes yang digunakan pun sudah dalam kondisi lama sehingga membutuhkan perbaikan.

 

 

 

Menurut, air masuk saat hujan, serta bangunan yang mulai lapuk berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa maupun guru.

 

 

Ia mengatakan kondisi sekolah sebenarnya telah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan status kerusakan berat.

 

“bahwa pihak sekolah juga telah berupaya mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Utara, Pengawas sekolah disebut sudah beberapa kali datang dan melihat langsung kondisi bangunan, namun tak kunjung realisasi.

 

“Kami sudah melaporkan kepada pengawas. Mohon dibantu diajukan untuk pembangunan ruang kelas di rehab,” katanya.

 

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan tidak menutup mata terhadap kondisi sekolah tersebut. Menurutnya, perbaikan bukan hanya menyangkut bangunan, tetapi menyangkut masa depan anak-anak yang setiap hari datang ke sekolah untuk belajar.

 

“Kami berharap pemangku kebijakan memberikan anggaran dan pembangunan secepatnya. Demi keamanan dan kenyamanan proses pembelajaran, baik guru maupun siswa, agar bisa belajar dengan aman, tenang dan nyaman,” katanya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *