Suaramorut-Morowali Utara, Sejumlah masyarakat Desa Menyoe mengaku bahagia atas hadirnya investasi di Desa tersebut. Mulai dari tetua masyarakat, Ketua Dewan Adat, sampai dengan tokoh masyarakat mengakui bahwa kehidupan masyarakat terutama di sektor ekonomi sudah lebih maju dari sebelumnya.
Tete Pangga, selaku tetua masyarakat yang sangat dihormati di Desa Menyoe mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur setelah berpuluh-puluh tahun lamanya akhirnya ada infrastrukutur jalan yang dibangun menuju Desa tersebut.
Pembangunan infrastruktur jalan yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Cipta Agro Sakti (CAS) telah mewujudkan harapan masyarakat Desa Menyoe yang berpuluh tahun lamanya sangat terisolasi.
Tete Pangga yang tidak fasih berbahasa Indonesia ini melalui penerjemahnya mengatakan bahwa dirinya yakin bahwa Bupati Delis memiliki niat yang baik kepada masyarakat Desa Menyoe, sehingga menghadirkan Perusahaan Investasi di Desa teraebut.
“Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya nanti harus terus menjalin komunikasi dengan masyarakat agar tidak timbul permasalahan”, pesan Tete Pangga melalui penerjemahnya.
Obin selaku tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa sebelum hadirnya perusahaan, kehidupan masyarakat cukup memprihatinkan. Jalur transportasi kendaraan belum ada, sehingga mobilitas masyarakat ditempuh dengan cara berjalan kaki berhari-hari lamanya.
Dirinya dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada satupun masyarakat yang menolak hadirnya perusahaan investasi di Desa tersebut. Karena membawa banyak manfaat bagi masyarakat.
Jika ada seglintir orang yang menolak, menurutnya pasti ada masalah pribadi yang perlu diselesaikan. Sehingga tidak dapat diartikan bahwa masyarakat menolak hadirnya perusahaan.
“Saya rasa kalo ada masalah dengan perusahaan itu adalah masalah pribadi. Bukan masalah dengan masyarakat”, ungkapnya.
Sementara itu, Timotius selaku Ketua Dewan Adat juga mengatakan bahwa saat ini Desa Menyoe memiliki situs adat dan tempat sakral yang tidak boleh diganggu keberadaanya.
Oleh karena itu, jika perusahaan akan melakukan aktivitas nantinya, harus dilakukan pendampingan oleh masyarakat. Sehingga keberadaan situs adat dan juga tepat sakral yang ada dapat terus terpelihara dengan baik.
Sedangkan Ruslan salah satu warga Menyoe yang saat pelaksanaan penanaman perdana sawit beberapa waktu lalu memiliki pendapat yang berbeda tentang hadirnya perusahaan, akhirnya mengaku bahwa ada sedikit kesalahpahaman antara dirinya dengan pihak Desa, bukan dengan pihak perusahaan.
Dirinya mengaku khawatir bahwa aktivitas perusahaan nantinya tidak mengikuti aturan yang berlaku serta akan merusak beberapa situs adat dan tempat sakral yang ada.
Namun setelah melakukan diskusi dengan pihak Pemerintah Desa dan juga pihak perusahaan, akhirnya kesalahpahaman yang ada telah diluruskan.
Sulwinsis Dowo selaku Kades Menyoe menjamin bahwa pihaknya beserta pihak Dewan Adat Desa serta berbagai unsur yang ada akan selalu berkolaborasi dan akan terus melakukan komunikasi agar pembangunan yang dilaksanakan disana dapat berjalan lancar.
Harapan besar masyarakat tetap menerima kehadiran kegiatan PT. CAS sejauh tidak merugikan pihak masyarakat manapun”, ucap Kades Menyoe. (Media Kominfo)
